Universitas Ubudiyah Indonesia Mengadakan Zikir dan Doa Bersama Mengenang Sepuluh Tahun Tsunami

| 26-12-2014   16:50:30 WIB | dilihat 402 kali

 

Dasyatnya gempa dan tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 yang meluluhlantahkan bangunan dan merenggut nyawa masyarakat Aceh. Tidak terlepas Stikes dan Stmik ubudiyah indonesia (saat ini bernama Universitas Ubudiyah Indonesis) yang hampir keseleruhan bangunannya dan nyawa mahasiswanya hilang. Tidak mau larut dalam kesedihan dan keterpurukan maka stikes dan stmik ubudiyah indonesia mulai bangkit dengan melakukan perubahan dengan signifikan mulai dari pembangunan, sumber manusia dan mengajukan perubahan dari sekolah tinggi menjadi universitas.

Tanpa terasa dengan perjalan waktu gempa dan tsunami di Aceh telah sepuluh tahun. Seluruh rakyat Aceh memperingati sepuluh tahun tsunami, tidak hanya rakyat Aceh semua orang di Indonesia atau diluar negeri juga memperingati sepuluh tahun tsunami. Universitas Ubudiyah Indonesia bersama mahasiswa juga memperingati sepeluh tahun tsunami. Acara tersebut dilakukan pada hari sabtu 27 Desember 2014 bertempat di lingkungan Universitas Ubudiyah Indonesia. Acara memperingati sepuluh tahun tsunami ini diberi tema "Tsunami memberi ikhtibar bagi yang menyadari". Acara di mulai dari pemutaran video singkat tentang tsunami setelah itu disambung dengan zikir, doa dan tausyiah yang dipimpin oleh Dr, H, Abizar, Lc.,MA. Ketua panitia berharap kepada seluruh civitas akademika dan mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia hadir pada acara tersebut.

Hadis-hadis pilihan
" Tiga perkara berasal dari iman: (1) Tidak mengkafirkan orang yang mengucapkan "Laailaaha illallah" karena suatu dosa yang dilakukannya atau mengeluarkannya dari Islam karena sesuatu perbuatan; (2) Jihad akan terus berlangsung semenjak Allah mengutusku sampai pada saat yang terakhir dari umat ini memerangi Dajjal tidak dapat dirubah oleh kezaliman seorang zalim atau keadilan seorang yang adil; (3) Beriman kepada takdir-takdir. (HR. Abu Dawud) "